Inilah Cara Mengubah Sampah Menjadi Energi yang Bermanfaat

Inilah Cara Mengubah Sampah Menjadi Energi yang Bermanfaat. 


Sampah merupakan permasalahan yang tidak atau belum pernah terselesaikan di Indonesia. Masalah ini sangat menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Sempat viral dengan telah ditemukannya seekor penyu laut yang terluka akibat adanya sebatang sampah sedotan masuk di hidungnya. Hal ini akhirnya membuka mata banyak pihak bahwa Anda sedang berada dalam posisi darurat sampah.


Sangat perlu Anda ketahui, jika ternyata sebuah pembangkit listrik tenaga sampah itu bisa memproduksi listrik sebanyak 400 MWh per hari hanya dari 660 ton sampah. Proses mengubah sampah menjadi energi listrik dan energi yang bermanfaat lainnya biasa dikenal dengan sebuah proses Waste-to-Energy (WtE). Dikenal ada beberapa teknologi yang juga bisa digunakan untuk mengubah sampah menjadi sebuah energi. Dan berikut diantaranya, yaitu
Insinerasi (Incineration)

Mengubah sampah menjadi energi yaitu proses insinerasi. Insinerasi merupakan sebuah proses pembakaran bahan-bahan organik yang terkandung di dalam material sampah. Insinerasi dan proses-proses lain yang akan melibatkan temperatur tinggi termasuk ke dalam proses Konversi WtE Termo-Kimia.

Selain itu, limbah jelaga insinerator ini juga terbukti bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan baku jalan raya pengganti aspal. Bahkan banyak berbagai pihak mengakui kualitas aspal dari jelaga insinerator ini memiliki kualitas lebih baik dari aspal konvensional.
Pirolisis

Pirolisis merupakan sebuah proses dekomposisi material dengan jalan menaikkan temperatur secara bertahap pada kondisi atmosfer bebas oksigen (inert). Pada umumnya proses pirolisis ini diawali pada temperatur 350°C–550°C dan terus naik sampai 700°C–800°C dalam kondisi bebas udara/oksigen.

Proses pirolisis sampah menjadi energi ini menghasilkan tiga produk utama yaitu gas dengan nilai kalor tinggi (syngas), biofuel, dan juga endapan padat (char). Hasil proses pirolisis ini akan cenderung lebih banyak endapan padat. Hal ini terjadi ketika akhir dari proses pirolisis hanya mencapai temperatur di bawah angka 450°C, dengan laju kenaikan temperatur rendah.
Depolimerisasi Termal

Depolimerisasi termal pada sampah merupakan sebuah proses pirolisis hidro untuk memecah polimer kompleks organik sampah menjadi minyak mentah ringan.  Keunggulan dari proses depolimerisasi termal ini yaitu kemampuan prosesnya untuk bisa memecah bahan-bahan beracun pada sampah untuk ikut berubah menjadi minyak mentah. Selain itu, proses dari depolimerisasi termal ini yang justru membutuhkan sampah dengan kondisi basah. Maka sampah yang cenderung lembab tidak akan mengurangi angka dari efisiensi proses.
Gasifikasi

Gasifikasi merupakan proses pemanasan material-material organik yang berbasis karbon menjadi karbon monoksida, hidrogen, dan juga karbon dioksida.
Kelebihan dari proses gasifikasi untuk mengubah sampah menjadi energi ini yaitu produk syngas yang dihasilkan memiliki nilai kalor yang lebih tinggi. Jika harus dibandingkan jika sampah langsung digunakan sebagai bahan bakar. Hal ini karena syngas yang tersusun atas gas hidrogen (H2) dan juga karbon monoksida (CO) terbakar di temperatur yang lebih tinggi daripada sampah.




0 Response to "Inilah Cara Mengubah Sampah Menjadi Energi yang Bermanfaat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel